Jumat, 06 April 2012

Tugas Bahasa Indonesia 2 (ANALISA PERTUMBUHAN PENDUDUK DI DKI JAKARTA TAHUN 2011 – 2012)




 ANALISA PERTUMBUHAN PENDUDUK DI DKI JAKARTA TAHUN 2011 – 2012

Oleh :



Nama              :           Budi Prasetyo Utomo (23109663)
                                    Hartody (22109221)
                                    Irfansyah(23109490)
                                    Reza Aditya Firdaus (23109851)
                                    Sendy Frandika (21109901)
                                    Yodi Adhari (21109636)

Kelas               :           3KB01

 
 












FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Pembangunan, urbanisasi dan pencemaran lingkungan hidup merupakan tiga fenomena berkelanjutan yang tidak dapat dipisahkan dan harus mendapat perhatian pemerintah kota, baik dinegara industri maju maupun di Negara industri berkembang. Pertumbuhan kota yang cepat secara langsung berimplikasi pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan public. Kurangnya pelayanan air bersih, sistem sanitasi yang baik, penyediaan rumah dan transportasi yang baik untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan penduduk kota, akan menjasi penyebab utama timbulnya masalah di kota-kota Negara berkembang.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini,adalah sebagai berikut:
a.       Bagaimanakah merancang sistem tata kota yang baik?
b.      Bagaimanakah managemen perkotaan yang baik dan benar?

1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai ialah:
a.       Mengetahui tata cara perancangan system perkotaan yang baik.
b.      Mengetahui managemen perkotaan yang baik dan benar.


1.4 Ruang Lingkup
            Ruang lingkup dari pembahasan masalah dalam makalah ini ialah segala sesuatu yang berkenaan dengan masalah seputar tata kota ditinjau dari aspek sosial-ekonomi masyarakat yang hidup didaerah kota.

1.6 Metodologi
Penyajian pembahasan makalah ini memakai metode sebagai berikut:
a.       melakukan kajian pustaka beberapa buku literatur yang membahas masalah perkotaan.
b.      melakukan browsing di internet untuk mengumpulkan data-data penting lainnya


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Kependudukan
            Pertumbuhan kota dinegara-negara yang sedang berkembang telah menjadi masalah lama, walaupun kenyataannya menunjukkan bahwa perencana dan pengelola perkotaan telah berusaha mengatasinya. Dalam periode antara 1950-1990, jumlah penduduk kota di dunia telah meningkat lebih kurang tiga kali lipat, yakni 730 juta menjadi 2,3 milyar jiwa. Antara tahun 1990-2020 angka ini diperkirakan menjadi dua kali lipat, melewati 4,6 milyar. 93% dari jumlah tersebut akan akan terjadi di dunia yang sedang berkembang. Artinya, lebih dari 2,2 milyar penduduk akan tinggal di daerah kumuh di dunia ketiga. Pada saat ini sekitar 43% penduduk di dunia tinggal di daerah perkotaan. Di Negara-negara industri maju, sekitar 93% penduduknya tinggal di daerah perkotaan, sedangkan di negara-negara berkembang sekitar 34%. Meskipun demikian, estimasi rata-rata tersebut tidak menunujukkan variasi yang tajam diantar Negara-Negara tersebut.
2.2 Urbanisasi
            Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Penyebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
            Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.

2.3 SensusPenduduk
            Suatu perhitungan penduduk secara lengkap dengan menghitung seluruh populasi dalam suatu negara, biasanya dilakukan karena pemerintah ingin mendapatkan data setiappenduduk yang meliputi :nama, alamat, hubungan dengan kepala keluarga, jenis kelamin, etnis, agama, umur, tahun kelahiran, status perkawinan, kewarganegaraan, dan lain-lain. Jadi sensus penduduk merupakan keseluruhan proses pengumpulan data (collecting), menghimpun dan menyusun (compiling) danmenerbitkan data-data yang meliputi semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau wilayah tertentu.


BAB III
ANALISA TEORI

3.1 Analisa Secara Teori
Seperti yang diketahui bahwa Jumlah penduduk di DKI Jakarta setiap tahunnya mengalami kenaikan yang cukup pesat. Menurut data BPS hasil sensus penduduk 2010 jumlah penduduk Jakarta adalah 9.607.787 jiwa menurutNamun pada siang hari, angka tersebut dapat bertambah seiring datangnya para pekerja dari kota satelit seperti Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok. Kota/Kabupaten yang paling banyak penduduknya adalah Jakarta Timur dengan 2.693.896 penduduk, sementara Kepulauan Seribu adalah kabupaten dengan paling sedikit penduduk, yaitu 21.082 jiwa.

3.2 Analisa Secara Diagram
Gambar 3.1 Grafik Jumlah Penduduk Jakara Tahun 2011
Berdasarkan Grafik diatas dapat disimpulkan bahwa penyebaran jumlah penduduk di DKI Jakarta berbeda-beda. Wilayah DKI Jakarta yang memiliki penduduk terpadat adalah Jakarta Timur dengan presentase 32% diikuti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu.

3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Banyak faktor yang dapat menyebabkan pertumbuhan penduduk di Jakarta antara lain:
1.      Urbanisasi. Urbanisasi yang tidak terkontol menyebabkan tidak seimbangnya antara jumlah penduduk dengan sumber daya yang dihuninya. Akibatnya banyak penduduk dari desa yang terlantar di Ibukota dan terpaksa tinggal di tempat yang kurang layak.
2.      Kelahiran. Kelahiran bersifat menambah,kematian bersifat mengurangi dan mingrasi dapat bersifat menambah(migrasi masuk)dan dapat pula bersifat mengurangi(mingrasi keluar).Di Jakarta sendiri, jumlah penduduk di tentukan oleh kelahiran dan kematian,karena mingrasi masuk dan migrasi keluar terlalu kecil sehingga bisa diabaikan.


BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pertumbuhan kota dinegara-negara yang sedang berkembang telah menjadi masalah lama, walaupun kenyataannya menunjukkan bahwa perencana dan pengelola perkotaan telah berusaha mengatasinya.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan pertumbuhan penduduk di Jakarta antara lain:
1.      Urbanisasi. Urbanisasi yang tidak terkontol menyebabkan tidak seimbangnya antara jumlah penduduk dengan sumber daya yang dihuninya. Akibatnya banyak penduduk dari desa yang terlantar di Ibukota dan terpaksa tinggal di tempat yang kurang layak.
2.      Kelahiran. Kelahiran bersifat menambah,kematian bersifat mengurangi dan mingrasi dapat bersifat menambah(migrasi masuk)dan dapat pula bersifat mengurangi(mingrasi keluar).Di Jakarta sendiri, jumlah penduduk di tentukan oleh kelahiran dan kematian,karena mingrasi masuk dan migrasi keluar terlalu kecil sehingga bisa diabaikan.

4.2 Saran
Seharusnya pemerintah harus lebih menggalakkan program-program untuk membatasi kepadatan penduduk di DKI Jakarta agar pertumbukan penduduk dapat dikontrol. Dan bagi para pendatang agar jangan terlalu berharap untuk mengadu nasib di Ibukota tanpa keahlian khusus. Lebih baik mengembangkan potensi yang ada di kampong halamannya daripada harus menjadi kuli di Ibukota.



DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar